Penyebab Demo Supir Batu Bara di Jambi Tanggal 22 Januari 2024 di Kantor Gubernur

demo supir batu bara di jambi

Penyebab demo supir batu bara di Jambi – Tanggal 22 Januari 2024 telah terjadi demo di Jambi yang dilakukan oleh supir batu bara. Mereka melakukan demo di depan gedung Kantor Gubernur Jambi.

Apa penyebab demo supir batu bara di Jambi?

Dalam pemantauan, aksi demo yang awalnya kondusif berujung ricuh. Hal tersebut terjadi karena tuntutan para supir tidak terpenuhi. Gedung Kantor Gubernur Jambi pun mengalami kerusakan akibat lemparan batu.

Ini Rentetan Penyebab Demo Supir Batu Bara di Jambi

Selama ini, angkutan batu bara di Jambi tidak memiliki jalan khusus. Truck batu bara melintas melewati jalan Provinsi dan melewati pemukiman ramai. Tidak sedikit kasus kecelakaan yang disebabkan truck batu bara.

Belum lagi kemacetan jalan yang disebabkan truk batu bara mengalami kerusakan di tengah jalan seperti patahnya roda mobil.

Penyebab demo supir truk batu bara di Jambi.

  1. Pembatasan jam melintas.
  2. Pembatasan tonase 8 ton (dalam prakteknya banyak pelanggaran dan masih banyak ditemukan truck batu abra dengan angkutan 14 ton).
  3. Pembatasan kendaraan truck batu bara.
  4. Pelarangan truck batu bara melintasi jalan Nasional yang dikeluarkan oleh Gubernur mulai tanggal 3 Januari 2024.

Intruksi Gubernur Jambi Truck Batu Bara Dilarang Melintas di Jalan Nasional

Pemmicu terbesar demo supir truck batu bara di Jambi adalah karena dilarang melintas di jalan Nasional. Larangan ini tertuang dalam intruksi Gubernur Jambi Al Haris yan dimulai dari tanggal 3 Januari 2024.

Sejak saat itu, aktivitas angkutan batu bara dihentikan.

Hal ini yang memicu supir truck batu bara melakukan demo pada tanggal 22 Januari 2024 dan berakhir ricuh. Sopir melempari kantor Gubernur hingga mengalami kerusakan. Ditaksir, total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Aktivitas Angkutan Batu Bara Dialihkan ke Jalur Air

Setelah intruksi larangan angkutan batu bara melewati jalan nasional, perusahaan segera mengalihkan angkutan batu abra melalui jalur air. Tampaknya, perusahaan tidak begitu keberatan dengan larangan ini.

Perusahaan tetap mengangkut batu bara lewat jalur air tanpa protes ke Gubernur.

Tapi, dilain sisi, supir batu bara tidak terima. Mereka menuntuk agar Gubernur juga mengeluarkan larangan bagi perusahaan yang mengangkut batu baru lewat jalur air. Sopir truck batu bara merasa bahwa itu tidak adil.

Proses pembangunan jalan khusus batu bara sampai saat ini belum selesai dan belum bisa dilalui. Berdasarkan informasi, mandeknya proses pengerjaan jalan khusus karena ada perusahaan yang keluar dari kesepakatan. Mari, kita lihat saja apakan truck batu bara bisa lagi melintas di jalan nasional atau angkutan batu bara tetap dialihkan ke jalur lair hingga pembangunan jalur khusus selesai.

Leave a Reply