
PPN 12 persen harga produk kamera CCTV tahun 2025 – Pemerintah berencana memberlakukan PPN 12 persen untuk produk elektronik, CCTV adalah termasuk produk elektronik yang kemungkinan besar terdanpak. Dengan ini, teknisi kamera CCTV harus putar otak untuk belanja modal kamera CCTV.
Berapa harga CCTV setelah kena PPN 12 persen?
Tidak sedikit toko CCTV atau agen memberlakukan PPN kepada konsumennya, termasuk teknisi kamera CCTV yang berbelanja di toko untuk dijual kembali ke konsumen. Tentu ini membuat teknisi CCTV harus cerdas dalam menentukan harga jual dan jasa pasang kamera CCTV dan tempat pembelian.
Membeli CCTV di Toko Yang Tidak Membebankan PPN
Kenaikan tarif PPN 12 persen ini tertulis dalam Undang-Undang No 7 Tahun 2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan (UU HPP). Produk elektronik adalah komunitas yang berdampak kenaikan PPN.
Untuk menghindari PPN 12 persen ini, salah satu teknisi CCTV mengatakan akan membeli CCTV di toko yang tidak membebankan PPN.
“Ada toko yang membebankan PPN kepada saya sebagai teknisi, untuk menghindarinya saya lebih selektif memilih toko, yaitu toko yang tidak membebankan PPN saat saya membeli perangkat CCTV”, ujarnya.
Jika PPN dibebankan ke teknisi CCTV, tidak ada untung lagi, berapa lagi mau jual ke konsumen, tambahnya.
Misalnya jika total belanja di toko CCTV Rp 5 juta, maka ditambah PPN 12 persen akan menjadi Rp 5.6 juta. Jika dijual kembali dengan harga R6 juta, maka keuntungan hanya Rp 400 ribu, belum dipotong akomodasi. Kalau Toko membebankan PPN ke teknisi CCTV, maka teknisi CCTV tidak mendapat untung lagi. Karena itu, saat ini banyak teknisi CCTV membeli produk di toko yang tidak membebankan PPN atau membeli langsung melalui online agar pemasangan tetap mendapatkan keuntungan.
Apakah PPN 12 Persen Memengaruhi Harga Jual CCTV?
Berdasarkan data sebelumnya, PPN 11 persen memengaruhi harga jual CCTV. Mulai dari PPN 11 persen ini juga toko atau agen CCTV mulai membebankan PPN kepada teknisi CCTV yang membeli CCTV untuk dijual kembali.
Jika PPN 12 ini berlaku, maka harga CCTV juga akan ikut naik.
Hal ini juga akan membuat toko atau agen CCTV yang sebelumnya tidak membebankan PPN mulai akan membebankan PPN kepada teknisi CCTV. Karena itu, teknisi yang menjual kembali CCTV jika bisa harus memilih toko atau mitra yang tidak membebankan PPN.
Akhir Kata
PPN 12 persen direncanakan berlaku mulai 1 Januari 2025.
Salah satu komoditas yang terkena dampak PPN 12 persen adalah produk elektronik, termasuk didalamnya adalah produk CCTV. Kenaikan PPN ini tentu akan mempengaruhi harga jual CCTV yang ikut naik. Untuk teknisi CCTV, memilih toko CCTV yang tidak membebankan PPN adalah solusi agar tetap mendapatkan keuntungan dari jasa pemasangan.
Sekian info PPN 12 persen yang akan merubah harga jual dan pasang CCTV di tahun 2025. Semoga bermanfaat.
